Ujung-ujungnya, kembali ke SSD (Acer Aspire One ZG5)

Blog dulu ada beberapa posting soal laptop kesayangan ini, laptop yang dibeli baru (gress) pertama kali release di Indo sekaligus laptop pertama yang bisa gue beli setelah kerja bertahun-tahun. Sampe sekarang laptop ini masih berfungsi baik, beberapa kali ganti keyboard, lalu ganti batre sekaligus pakai batre yg lebih gede.

Modifikasi paling extreme yang gue lakukan adalah mengganti SSD bawaan (8gb SSD Zif/Pata) dengan 60gb HDD Pata/Zif yang biasa dipakai iPod classic. Untuk mengganti SSD ini gue terpaksa memapas rangka dalam motherboard supaya bisa meletakkan HDD ini. Sayangnya HDD ini punya kelemahan, yaitu kecepatan baca/tulis-nya nggak semaksimal SATA HDD, jadi berasa kalau booting lambat banget. Tapi ya itu konsekuensi ganti SSD jadi HDD.

Sempat kepikiran mau ganti jadi SSD Pata/Zif yang storagenya lebih besar, karena lihat2 di Aliexpress udah ada tipe baru SSD ini dengan storage yg besar, cuma sayang harganya lebih mahal dari SSD Sata biasa. Beberapa tahun lalu laptop ini masihjadi secondary, buat nemenin nunggu buka toko sambil ngopi-ngopi ngerapiin data atau ngetik-ngetik yang simple. Sementara sekarang meski bisa digunakan, laptop ini cuma jadi tertiary aja, performanya kalah jauh dengan laptop bahkan sekelas Celeron yang gue beli untuk sekolah anak.

Akhirnya diputuskan untuk mengembalikan SSD bawaannya, meski cuma 8gb, tapi kalau untuk pakai Linux aja sepertinya masih cukup. Pakai distro ringan seperti Lubuntu atau bahkan Slax sudah bisa mengembalikan laptop ini untuk bisa dipakai kegiatan ringan-ringan aja.

Tapi setelah beberapa minggu, muncul lagi masalah. Ternyata instalasi Lubuntu dengan tambahan Libre Office full plus beberapa aplikasi sekarang udah makan lebih dari 7gb space dari 8gb yg tersedia. Jadi mau gimana lagi?

Leave a Reply