The Fate of The Furious (Furious 8)

Category: Reviews 38 0

Vin Diesel di film ‘Fate of the Furious 8’. thedriver.com

Dwayne Johnson dan Jason Statham mengambil alih ‘Furious 8’, yang mana bukanlah hal yang buruk

Sekarang saatnya berpesta bagi penggila aksi dan pecinta otomotif. The Fate of the Furious atau Furious 8 adalah kilatan petir yang tak pernah melepaskan geloranya. Apakah akan sebagus Furious 7? Jangan berharap sebanyak itu. Film tersebut secara mengejutkan bisa menjadi blockbuster yang menyenangkan bagi waralaba yang telah dimulai sejak 2001 dari film Fast and the Furious. Sebagai penghormatan kepada Paul Walker, yang tewas akibat tabrakan mobil yang tidak berhubungan dengan film, Wiz Khalifa dan Charlie Puth menumpahkan perasaan mereka di soundtrack yang menjadi penghargaan bagi aktor yang bermain sebagai Brian O”Connor, polisi yang menyamar untuk membongkar geng kriminal pembalap jalanan L.A. Timur yang dipimpin oleh Dominic Toretto (Vin Diesel). Lagu tersebut berjudul “See You Again” dan memberikan waralaba tersebut kesempatan untuk menghancurkan ban dan tetap keluar dengan penuh martabat.

Sayangnya mereka tak berusaha menghentikannya. Sejak Furious 7 menjadi hit paling hebat yang dimiliki seri tersebut (meraup 1,5 triliun dollar di seluruh dunia), F&F bagaikan angsa emas yang sulit dihentikan untuk terus bertelur. Maka bersiaplah untuk The Fate of the Furious, yang dikabarkan akan menjadi bagian pertama dari trilogi yang akhirnya bakal menghentikan seri ini. Meskipun faktanya Fate lebih seperti mixtape dari hits terbesar Furious, setidaknya film ini masih menyenangkan. Kematian Walker tidak menghentikan mesinnya – kita diberi tahu bahwa Brian pergi jauh bersama istrinya Mia (Jordana Brewster) dan anaknya. Dom dan gengnya kembali bersiap untuk aksi memukau yang berlawanan dengan logika dan gravitasi. Bisakah kita membajak kapal selam Russia yang dikendalikan nuklir? Bisa saja jika pendekatan yang over-the-top adalah pilihan utama untuk melakukannya. Furious 8 benar-benar memanfaatkan kesuksesannya sampai dua penjahat utama adalah pemenang Oscar yaitu Charlize Theron dan Helen Mirren. Bagaimana mungkin Christoph Waltz tidak diajak ikutan?

F. Gary Gray (sutradara Straight Outta Compton) mengambil alih posisi sutradara dari James Wan (yang sebelumnya melanjutkan dari Justin Lin) dan trik yang dipakainya sebenarnya diambil dari buku panduan James Bond. Balapan jalanan adalah tren 16 tahun lalu. Hal keren sekarang adalah penghancuran dunia, yang membuat balapan jalanan Dom kini di seluruh dunia. Kuba, New York, Rusia, sebut saja tempatnya. Pendanaan membengkak dan begitu pun plotnya, jebakan skrip Chris Morgan memberikan ilusi bahwa semua orang di casting yang kelewat ramai ini punya sesuatu yang penting untuk dilakukan. Namun sebenarnya tidak punya. Dan Tyrese Gibson serta Chris (Ludacris) Bridges dikecilkan perannya hanya sebagai penyegar suasana.

Pelintiran paling utama di film ini adalah Dom menjadi penjahat. Karakter kekar tersebut menyebrang ke sisi gelap berkat karakter Theron Cipher, seorang perempuan jahat yang merupakan superhacker dan menargetkan untuk menangkap pemimpin bisnis nuklir (atau semacamnya) dan membawa pemimpin dunia berlutut padanya. Apa yang ia punya untuk menaklukkan Dom? Saya tak akan pernah memberi tahu. Tapi yang jelas sesuatu tersebut membawanya untuk melawan “keluarganya” sendiri, yang merupakan dosa terbesar di dunia F&F. Theron menunjukkan akting berkelas untuk film aksi di Mad Max: Fury Road, namun di Furious 8 ia tak tampil seikonik sebelumnya. Seringkali, Theron hanya meneriakkan perintah dari pesawat militer di mana ia muncul sepanjang film. (Mungkin eksekutif studio tidak menjanjikan bahwa Theron bisa syuting semua adegannya selama seminggu di satu set yang sama dan memberikannya jutaan, tapi dari kelihatannya hal tersebut mungkin terjadi).

Ceritanya mengambil banyak sekali rute hingga susah diikuti. Semua dimulai dengan Dom dan Letty (Michelle Rodriguez, dalam penampilan yang sia-sia) sedang berlibur di Kuba dan menyelinap untuk bermain di balapan jalanan ketika Dom sedang tidak malas. Disitulah Cipher menekannya dengan ancaman EMP (electromagnetic pulse). Di sini juga ketika agen pemerintah Mr. Nobody (yang selalu bagus, Kurt Russell) dan anak didik bodohnya (Scott Eastwood) membuat rencana agar Dom melawan timnya sendiri. Federal merancang pelarian diri dari penjara bagi polisi yang terjebak masalah hukum Luke Hobbs (Dwayne Johnson) dan musuh utamanya Deckard Shaw (Jason Statham) agar Dom bisa dipojokkan di setiap bagian. Bagian semacam “Dirty Dozen” ini tidak sepenuhnya dapat dipercaya. Tapi ini membuat Rock dan Statham mengambil alih film, yang mana adalah bagus. Orang-orang ini dapat membuat adegan perkelahian dapat dipercaya dengan sensibilitas yang menyenangkan. Sedikit bagian film terasa hampa setiap kali mereka tak ada dalam layar.

Tak ada yang dirugikan. Perkelahiannya spektakuler. Ada juga momen keren ketika Cipher membuat semua mobil yang dapat menyetir sendiri di Manhattan menjadi pion penghancuran baginya, mengecilkan “momen zombie” yang diciptakan oleh skripnya. Finalnya yang pop-absurd, di bagian es Rusia, adalah luar biasa. Dan memang hal itu yang kita inginkan dari kejar-kejaran mobil ini bukan? Apakah ini cukup? Mungkin saja tidak. The Fate of Furious mungkin tidak dapat disandingkan dengan Bond dan Bourne di masa terbaiknya. Apapun itu, dalam terminologi apapun, film ini yang jelas menyenangkan gila-gilaan. (im/wnz)

Source link

loading...

Related Articles

Leave a Reply