Skip to: Site menu | Main content

Life in PseudoReality

"Beloved, let us love one another: for love is of God; and every one that loveth is born of God and knoweth God ... Beloved, if God so loved us, we ought also to love one another, God dwelleth in us, and His love is perfected in us."
1 John 4:7, 11-12

Archive for the ‘a day in life’ Category

Akankah kau kembali…?

Tak ada lagi sarapan pagi bergizi
atau bekal dalam kotak nasi
beserta 500 mili kopi

Tak ada lagi bed cover yang rapi
atau susunan teratur cd
dan barang-barang dimeja kompi

Tak ada lagi baju bersih tercuci
atau sudah disetrika rapi
dan siap dipakai setiap pagi

Pembantuku.. akankah kau kembali?

** jeritan hati saat malam ini menghadapi cucian yang belum di setrika**

Mudik lagi (setelah 4 tahun)

Gramps and nephewsSeingatku, terakhir aku pulang kampung bareng keluarga adalah 4 tahun lalu, blom married, dan calon kakak ipar-ku pun masih akrab dengan nyokap/bokap selayaknya camer dan caman (loh… emang sekarang knapa?). Sudahlah.. ga usah diperpanjang, capek ngebahasnya. Waktu itu juga masih ada nenek dari bokap, jadi rute pulang kampung selalu ke Sragen dulu (tempat nyokap), berapa hari disitu trus ke Wonogiri (tempat nyokap), baru balik ke Jakarta. Lebih enak dan mudah balik dari Wonogiri ke Jakarta karena banyak PO dan pool  bis yang melayani rute ke Jakarta. Bahkan bis-bisnya juga banyak yang lewat depan rumah, jadi tinggal nunggu aja pasti ada yang bersedia "ngangkut" sampe Jakarta. Sementara klo dari Sragen harus jalan lumayan jauh (kalau nggak ada motor atau mobil angkutan) dari rumah ke jalan besar untuk naik bis umum ke terminal.

Read the rest of this entry »

The Anniversary

Kehilangan dirimu
Menyakitkan nurani
Separuh nyawa terbawa
Menyisakan perih di hatiku

Baiknya semua kenangan yang teridah
‘tak ku balut dengan tangis
Baiknya setiap kerinduan yang merajam
‘tak ku ratapi penuh penyesalan

Ku hanya terus berharap
Ini bukan kenyataan
Kau pergi tinggalkan dunia fana
Akhiri kisah asmara kita berdua

Reff:
Baiknya semua kenangan yang terindah
‘tak ku balut dengan tangis
Baiknya ku lepaskan
Segala kepedihan ‘tuk merelakanmu

Benarkah semua ini terjadi
Betapa ku mencintai dirimu
Ku tak kuasa menahan kesedihan
Yang begitu dalam

(Baiknya, Ada Band, 2008)

Hari ini aku teringat kembali, detik-detik saat 3 tahun lalu aku mengucapkan janji suci dihadapan Tuhan dan semua orang yang hadir di gereja.

… disaat suka maupun duka, kaya atau miskin, berkekurangan maupun berkecukupan, sampai maut memisahkan kami. Kiranya Tuhan memberkati kami…

Aku telah memenuhi semua janji-ku, setia mendampinginya sampai akhirnya dia pergi dalam pelukanku. Hanya ada 2 1/2 tahun saat kami bersama, dari 2 1/2 tahun tersebut, 2 tahun terakhir adalah saat benar-benar janjiku diuji melalu sakitnya istriku. 2 tahun dalam penderitaan, tapi sampai akhirnya istriku masih setia dan percaya bahwa aku akan memegang janjiku…

Tapi kenapa aku masih belum percaya?

Happy B’day… honey…

"Hari ini mama ulang tahun yah…? jadi mau kemana hari ini? jalan-jalan ke mall? makan siang dimana? mau ajak bapak-ibu sekalian gak? sekalian belanja bulanan aja yah?
Nanti jangan lupa pake kalung berlian hadiah dari ayah tahun lalu ya… trus, nanti mama pilih lagi sendiri maunya apa sebagai kado dari ayah. Ga usah terlalu mahal ya?, yah.. mahal sedikit ga pa-pa deh… yang penting berguna dan mama senang…"

Read the rest of this entry »