Skip to: Site menu | Main content

Life in PseudoReality

"Beloved, let us love one another: for love is of God; and every one that loveth is born of God and knoweth God ... Beloved, if God so loved us, we ought also to love one another, God dwelleth in us, and His love is perfected in us."
1 John 4:7, 11-12

Archive for the ‘a day in life’ Category

Waktunya memulai lagi

Sudah waktunya untuk memulai kembali. Tadinya aku berharap banyak akan perubahan yang sedang aku cari. Sebuah lompatan jauh, jauh dari orang-orang yang membayangi masa lalu ku. Tempatku sendiri, dimana aku bisa memulai kembali dengan hanya diriku sendiri. Tapi sepertinya, aku masih harus menghadapi semua disini. Aku harus menyelesaikan semuanya disini, dan aku tidak bisa melepaskan diri dari kenyataan yang membelenggu ini.

Perlahan, aku sadari bahwa aku harus berdiri lagi. Aku harus bisa menyusun kembali akal sehatku. Perubahan sedang terjadi disini, entah akan lmembawaku ke dalam kemuliaan, atau malah menguburku dalam ketiadaan. Semua tak pasti, aku hanya tau bahwa aku harus memulai dari dalam diriku sendiri.

Setahun terakhir ini aku telah melakukan banyak hal yang mengecewakan orang-orang yang menyayangiku. Entah mereka sadari atau tidak, aku telah menanamkan benih kekecewaan yang setiap saat bisa meruntuhkan kepercayaan mereka. Sekarang aku hanya berusaha agar benih-benih itu bisa terkubur dalam-dalam dan tidak akan menyakiti siapa-siapa.

Waktunya sudah tiba bahwa aku harus berjalan kembali. Semua yang sudah terjadi tidak akan bisa dibuang begitu saja. Aku harus menyelesaikan semua konsekuensinya, dan memberikan hasil yang indah bagi semuanya. Meskipun aku tahu, aku tidak mungkin bisa membahagiakan semua orang. Aku telah berdosa, tapi ini adalah dosa terhadap diriku sendiri. Aku tahu, aku akan menuai semua yang telah aku tabur. Aku berharap tidak ada orang yang akan menerima akibat dari dosa-dosaku ini.

Tuhan… biarkan hambaMu berdosa sedikit lagi… Engkau tahu aku pasti akan kembali ke jalan-Mu

Bingung…

Jadi gimana?
Trus, mau gimana?
Kapan?
Kenapa?
Untuk apa?

Ahh.. bingung… banyak sekali pertanyaan di kepalaku. Satu persatu aku akan coba memulai untuk menjawabnya…

Masih tak bisa…

Tak terasa sudah lewat setahun kepergian hunny-ku tercinta. Tapi entah kenapa, sampai saat ini aku masih tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Apakah karena aku tidak bisa menerima kepergiannya yang begitu cepat? Apakah karena kehadirannya yang sangat istimewa tapi begitu singkat? Apakah karena aku kehilangan senyum dan kehangatannya? Ataukah karena aku masih tidak bisa menerima keputusan-Nya?

Aku tahu, seandainya hunny-ku melihatku saat ini, dia pasti sangat kecewa melihat hidupku yang sekarang. Serba tak teratur, seenaknya, kembali seperti dulu disaat aku masih sendiri. Seakan-akan aku berusaha melarikan diri dari kenyataan dan kehidupan.

Dan yang lebih parah… aku juga melarikan diri dari hadapan Tuhan…

Aku tahu semua jawaban pertanyaanku, aku sadar atas semua yang telah terjadi, dan aku mengerti mengapa semua ini harus terjadi. Aku hanya butuh waktu… entah sampai kapan…

 

Terima kasih untuk teman-teman dan orang-orang spesial yang senantiasa hadir mencerahkan hidupku…

Selepas Kau Pergi

Setahun yang lalu… saat yang sama seperti ini,
aku mendekapmu erat dalam sekaratmu…

Aku tahu aku harus melepasmu,
sebelumnya pun aku tahu,
Waktu ini akan tiba,
Dan tidak butuh lama…

Malam ini aku mengenangmu
Dalam kehinaanku,
Aku tahu engkau sangat mencintaiku

Maafkan aku…
yang tiada mampu
memenuhi mimpi-mimpimu

Maafkan aku…
yang tak bisa
membuatmu bahagia

Bahkan sampai saat ini,
perasaan ini masih menghinggapi
tak kubiarkan pergi
entah kapan nanti…

I miss you…
really really missing you…

 

Mengapa terjadi, kepada diriku,
aku tak percaya, kau telah tiada
haruskah ku pergi, tinggalkan dunia,
agar aku dapat, berjumpa denganmu…